Top Ad 728x90

HEADLINE NEWS

Senin, 16 Maret 2026

Cek Kesiapsiagaan Kapolres Madiun Kota Cek Pos Operasi Ketupat Semeru 2026

by
KOTA MADIUN,KABARJITU.COM- Dalam rangka memastikan kesiapan pengamanan arus mudik dan perayaan Idulfitri1447 H, Kapolres Madiun Kota AKBP Wiwin Junianto, S.I.K., melaksanakan pengecekan Pos Pengamanan Operasi Ketupat Semeru 2026 di wilayah hukum Polres Madiun Kota, Minggu (15/03)

Kegiatan pengecekan tersebut dilakukan bersama Wakapolres Madiun Kota serta sejumlah pejabat utama Polres Madiun Kota. Kapolres meninjau langsung kesiapan personel, kelengkapan sarana prasarana, serta sistem pelayanan kepada masyarakat di Pos Pengamanan yang telah disiapkan.

Dalam kesempatan tersebut, AKBP Wiwin Junianto menegaskan bahwa pengecekan ini bertujuan untuk memastikan seluruh personel yang bertugas benar-benar siap memberikan pelayanan dan pengamanan terbaik kepada masyarakat selama periode mudik dan libur Lebaran.

Kapolres Madiun Kota AKBP Wiwin Junianto, S.I.K., mengatakan bahwa jajaran Polres Madiun Kota telah menyiapkan sejumlah pos pengamanan guna mendukung kelancaran Operasi Ketupat Semeru 2026.

“Polres Madiun Kota telah mendirikan lima Pos Pengamanan yang terdiri dari Pos Pam alun laun, Pos Pam Stasiun, Pos Pam Terminal, Pos Pam Sun City, Pos Pam Jiwan satu Pos Pelayanan yakni Pos Pahlawan, serta satu Pos Pantau yang berada di kawasan PSC Kota Madiun. Pos-pos ini disiapkan untuk memberikan pelayanan, pengamanan, serta membantu masyarakat yang membutuhkan selama arus mudik dan balik Lebaran,” ujar Kapolres.

Dengan adanya pos-pos tersebut, diharapkan masyarakat dapat merasakan keamanan dan kenyamanan saat melaksanakan perjalanan mudik maupun saat merayakan Hari Raya Idulfitri 1447 H di wilayah Kota Madiun. Polres Madiun Kota juga mengimbau masyarakat untuk tetap mematuhi aturan lalu lintas serta memanfaatkan pos pelayanan apabila membutuhkan bantuan dari petugas.(hms)

Minggu, 15 Maret 2026

Penumpang KA Meningkat di Hari Ketiga Operasi Ketupat 2026, Pos Pam Stasiun Madiun Intensifkan Pengamanan

by
KOTA MADIUN,LENSAMEDIA19.COM – Jumlah penumpang kereta api di Stasiun Madiun mengalami peningkatan pada hari ketiga pelaksanaan Operasi Ketupat Semeru 2026. Peningkatan tersebut terlihat dari aktivitas penumpang yang semakin ramai di area stasiun pada Minggu (15/3/2026).


Petugas gabungan yang tergabung dalam Pos Pengamanan (Pos Pam) Stasiun Kereta Api Madiun terus mengintensifkan kegiatan pengamanan sekaligus memberikan imbauan kamtibmas kepada para penumpang. Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kapospam Stasiun Madiun, Ipda Ali.


Stasiun kereta api merupakan salah satu objek vital yang memiliki potensi kerawanan gangguan kamtibmas, terutama saat arus mudik Lebaran. Oleh karena itu, personel gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, Polsuska, serta tenaga kesehatan secara rutin melakukan patroli dan memberikan imbauan kepada penumpang agar selalu waspada terhadap barang bawaan.


“Waspada dan jaga barang bawaan agar tidak sampai tertinggal maupun menjadi sasaran tindak kejahatan,” imbau Ipda Ali kepada para penumpang.


Salah satu penumpang Kereta Api Eksekutif bangunkarta, Rian, mengapresiasi kehadiran petugas yang melakukan pengamanan di Stasiun Madiun.


“Kehadiran petugas pengamanan khususnya Polri sangat terasa, terutama di momen Lebaran. Kami sebagai penumpang merasa lebih aman dan nyaman saat berada di stasiun maupun saat akan melakukan perjalanan,” ujarnya.


Ia juga menyampaikan apresiasi terhadap program mudik gratis yang digelar pemerintah di sejumlah daerah. Menurutnya, program tersebut sangat membantu masyarakat yang ingin pulang kampung.


Sementara itu, Kapolres Madiun Kota AKBP Wiwin Junianto, S.I.K., menegaskan bahwa pengamanan di berbagai objek vital, termasuk stasiun kereta api, menjadi prioritas dalam Operasi Ketupat Semeru 2026.


“Kami memastikan seluruh personel yang terlibat dalam Operasi Ketupat Semeru 2026 melaksanakan tugas secara maksimal untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat, khususnya para pemudik yang menggunakan transportasi kereta api,” ujar AKBP Wiwin Junianto.


Kapolres juga mengimbau masyarakat agar tetap berhati-hati selama perjalanan serta selalu memperhatikan barang bawaan masing-masing guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.


Pos Pam Stasiun Kereta Api Madiun pun disiagakan penuh selama masa libur Lebaran untuk memastikan situasi tetap aman, tertib, dan kondusif bagi seluruh pengguna jasa transportasi kereta api.(hms).

Sabtu, 14 Maret 2026

Wakapolri Tekankan Antisipasi Rekayasa Lalu Lintas dan Optimalisasi Layanan Mudik

by

JAKARTA,LENSAMEDIA19.COM – Wakapolri Komjen. Pol Dedi Prasetyo menekankan pentingnya kesiapan seluruh jajaran dalam mengantisipasi potensi lonjakan kendaraan selama arus mudik Lebaran. Hal tersebut disampaikan saat meninjau Command Center KM 29 Tol Jakarta–Cikampek dalam rangka pelaksanaan Operasi Ketupat 2026 Hari Sabtu (14/03).

Dalam arahannya, Wakapolri menjelaskan bahwa berbagai skenario rekayasa lalu lintas telah dipersiapkan oleh jajaran Korps Lalu Lintas Kepolisian Negara Republik Indonesia untuk menjaga kelancaran perjalanan masyarakat selama masa mudik. Beberapa langkah yang telah disiapkan antara lain penerapan contraflow serta sistem one way yang akan diberlakukan secara situasional apabila terjadi peningkatan volume kendaraan secara signifikan.

“Contraflow ini sudah dipersiapkan. Jika nanti sore terjadi kepadatan dari Jakarta menuju Cikampek, maka rekayasa tersebut bisa segera dilaksanakan,” ujar Dedi.

Ia menjelaskan bahwa keputusan penerapan rekayasa lalu lintas akan diambil berdasarkan analisis data yang dihimpun dari berbagai sistem pemantauan di Command Center. Ketika volume kendaraan yang melintasi ruas tol tertentu telah mencapai angka tertentu, maka langkah pengaturan lalu lintas akan segera diberlakukan.

“Apabila arus kendaraan yang melalui Cikampek sudah di atas 6.000 kendaraan per jam, maka akan dilakukan rekayasa one way dan langkah-langkah pengaturan lainnya,” jelasnya.

Selain itu, Wakapolri juga menekankan pentingnya penyampaian informasi kepada masyarakat secara cepat dan tepat. Untuk itu Polri telah menyiapkan sistem SMS blast yang dapat digunakan untuk memberikan pemberitahuan kepada masyarakat terkait kondisi lalu lintas maupun rencana penerapan rekayasa jalan. Menurutnya, informasi tersebut akan disampaikan kepada masyarakat beberapa jam sebelum kebijakan rekayasa lalu lintas diberlakukan agar pemudik dapat mempersiapkan perjalanan dengan lebih baik.

“Misalnya dua jam sebelum contraflow atau one way diberlakukan, masyarakat akan mendapat informasi melalui SMS blast sehingga bisa menentukan jalur perjalanan yang akan dipilih,” katanya.

Di samping itu, Wakapolri juga mengingatkan masyarakat untuk memanfaatkan layanan hotline Kepolisian Negara Republik Indonesia di nomor 110 apabila mengalami kendala selama perjalanan mudik. Melalui layanan tersebut, masyarakat dapat melaporkan berbagai situasi darurat maupun gangguan di jalan sehingga petugas dapat segera memberikan bantuan.

Menurut Dedi, seluruh langkah yang dilakukan Polri dalam Operasi Ketupat tahun ini bertujuan untuk memastikan perjalanan mudik masyarakat berlangsung aman dan nyaman. Ia juga kembali mengingatkan tagline Operasi Ketupat tahun ini sebagai semangat bersama antara petugas dan masyarakat.

“Tagline Operasi Ketupat 2026 adalah Mudik Aman, Keluarga Bahagia. Ini menjadi semangat bagi seluruh petugas maupun masyarakat yang melaksanakan perjalanan mudik,” pungkasnya.

Hadiri Pembukaan Posko Angkutan Lebaran 2026, Kakorlantas Pastikan Hiruk-pikuk Operasi Ketupat Berjalan Lancar

by
JAKARTA,LENSAMEDIA19.COM - Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol. Drs. Agus Suryonugroho S.H., M.Hum menghadiri Pembukaan Posko Pusat Angkutan Lebaran Tahun 2026 di Kantor Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Jumat (13/3).

Pembukaan Posko angkutan lebaran terpadu 2026 ini merupakan wujud kolaborasi lintas kementerian dan lembaga dalam memastikan penyelenggaraan transportasi Lebaran berjalan aman, tertib, dan lancar. 

Polri melalui Korlantas akan terus memperkuat koordinasi dengan Kementerian Perhubungan, pemerintah daerah, operator transportasi, serta seluruh pemangku kepentingan untuk melakukan pengawasan, pemantauan arus lalu lintas, serta penanganan cepat terhadap berbagai potensi gangguan di lapangan.

"Kami mewakili stakeholder dan seluruh undangan mengapresiasi Kemenhub atas Posko angkutan lebaran 2026 negara hadir untuk bisa mengelola hiruk pikuk mudik dan balik termasuk angkutan lebaran," kata Kakorlantas. 

"Kami juga mengimbau masyarakat agar merencanakan perjalanan dengan baik, memanfaatkan informasi resmi, serta selalu mengutamakan keselamatan selama perjalanan mudik," sambungnya. 

Dengan sinergi yang kuat, pihaknya optimistis penyelenggaraan Angkutan Lebaran tahun ini dapat berjalan dengan aman dan memberikan kenyamanan bagi masyarakat.

Menurutnya, Operasi Ketupat bukan hanya fokus pada pengaturan lalu lintas selama arus mudik dan arus balik, tetapi juga memastikan situasi keamanan tetap kondusif selama momentum Ramadan hingga Idulfitri, bahkan bersamaan dengan perayaan Hari Raya Nyepi.

"Operasi Ketupat ini bukan hanya soal lalu lintas atau perjalanan mudik dan balik, tetapi juga memastikan momentum sosial dan spiritual Ramadan, Idulfitri hingga Nyepi berjalan aman dari kriminalitas dan lancar dari sisi lalu lintas,” ujar Irjen Agus.

Ia menjelaskan, berbagai persiapan telah dilakukan jauh hari bersama sejumlah instansi terkait, mulai dari Kementerian Perhubungan, Kementerian PUPR, Jasa Marga, Jasa Raharja, hingga berbagai stakeholder lainnya.

Menurut Kakorlantas, setiap tahun jutaan masyarakat Indonesia bergerak dari berbagai kota menuju kampung halaman. Fenomena arus besar ini, kata dia, membuat pesan dalam lagu “Ayo Mudik Ojo Kesusu” menjadi sangat relevan untuk diingat oleh para pemudik.

Sebagai informasi, kegiatan pembukaan posko Angkutan Lebaran terpadu dipimpin oleh Menteri Perhubungan RI beserta seluruh instansi yang terlibat dalam pelayanan pengamanan Lebaran 2026.

Kapolri Safari Ramadan di Polda Jatim, Ajak Masyarakat Bersatu Dukung Program Strategis Pemerintah

by
SURABAYA,LENSAMEDIA19.COM – Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo melaksanakan kegiatan Safari Ramadan di Mapolda Jawa Timur, Sabtu (14/3/2026). 

Dalam kesempatan tersebut, Kapolri mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga persatuan serta mendukung berbagai program strategis pemerintah demi memperkuat ketahanan nasional.

Kegiatan Safari Ramadan itu dirangkaikan dengan buka puasa bersama yang dihadiri Kapolda Jatim Irjen Pol Nanang Avianto, jajaran Forkopimda, pejabat utama Polda Jatim, para Kapolres jajaran, unsur TNI, tokoh agama, tokoh masyarakat, organisasi kepemudaan, hingga perwakilan buruh dan seniman.

Kapolri mengatakan, Safari Ramadan menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi antara Polri dengan seluruh elemen masyarakat sekaligus menyampaikan pesan kebangsaan.

“Buka puasa bersama ini menjadi bagian dari rangkaian Safari Ramadan untuk mempererat silaturahmi dengan ulama, tokoh masyarakat, pemuda, hingga para pekerja,” ujar Jenderal Sigit.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolri juga menyinggung situasi global yang saat ini tengah diwarnai berbagai ketegangan. 

Menurutnya, kondisi tersebut perlu diantisipasi bersama agar tidak berdampak pada stabilitas nasional.

Ia menegaskan pemerintah telah mengambil langkah-langkah strategis untuk mengantisipasi berbagai potensi dampak krisis global, termasuk menjaga stabilitas harga energi.

“Pemerintah sudah menyampaikan bahwa harga BBM bersubsidi tetap dijaga sehingga masyarakat tidak perlu khawatir ataupun melakukan panic buying,” jelas Kapolri.

Kapolri juga mengajak seluruh elemen bangsa untuk mendukung berbagai program strategis pemerintah, seperti penguatan ketahanan pangan, ketahanan energi, serta program hilirisasi yang diharapkan mampu membuka lapangan kerja dan meningkatkan nilai tambah sumber daya alam nasional.

Di sisi lain, Kapolri menyampaikan bahwa jajaran Polri saat ini telah mulai melaksanakan pengamanan arus mudik melalui Operasi Ketupat.

Menurutnya, ribuan personel telah ditempatkan di berbagai pos pengamanan, pos pelayanan, dan pos terpadu di sepanjang jalur mudik untuk memastikan masyarakat dapat melakukan perjalanan dengan aman dan nyaman.

“Polri telah menempatkan personel di jalur tol, jalur arteri hingga penyeberangan untuk memastikan mudik berjalan aman dan lancar,” ujarnya.

Kapolri juga mengimbau masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik agar selalu berhati-hati di jalan dan tidak memaksakan diri saat berkendara.

“Jika lelah, silakan beristirahat di rest area, pos pelayanan atau pos terpadu yang telah kami siapkan,” kata Kapolri.

Di pos pelayanan tersebut, Polri juga menyiapkan berbagai fasilitas bagi pemudik, mulai dari tempat istirahat, takjil, persiapan sahur hingga layanan pemeriksaan kesehatan.

Kapolri berharap seluruh rangkaian pengamanan mudik dapat berjalan optimal sehingga masyarakat dapat merayakan Idulfitri bersama keluarga dengan aman dan nyaman sesuai semangat Mudik Aman, Keluarga Bahagia. (*)

Pelayanan Pengamanan Mudik Lebaran Polres Ponorogo Atensi Jalur Rawan Longsor

by
PONOROGO, LENSAMEDIA19.COM – Operasi Ketupat Semeru 2026 yang berlangsung selama dua pekan, mulai 13 hingga 25 Maret 2026, Polres Ponorogo Polda Jatim atensi jalur mudik rawan longsor.

Dengan sinergi lintas sektor, Polres Ponorogo Polda Jatim juga menyiapkan enam pos Operasi Ketupat Semeru 2026.

Hal itu guna mengantisipasi lonjakan arus mudik dan menjaga keamanan selama perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah.

Enam pos tersebut terdiri dari empat pos pengamanan (Pospam) dan dua pos pelayanan (Posyan) yang disiagakan di sejumlah titik strategis jalur mudik di wilayah Kabupaten Ponorogo.

Kapolres Ponorogo AKBP Andin Wisnu Sudibyo mengatakan, empat pos pengamanan didirikan di kawasan Mlilir yang merupakan perbatasan Ponorogo–Madiun, kawasan wisata Telaga Ngebel, Dengok, serta Pasar Legi.

Sementara dua pos pelayanan berada di Paseban Alun-alun Ponorogo dan Terminal Seloaji.

“Di arah Pacitan juga ada pospam. Jadi apabila ada gangguan Kamtibmas termasuk terjadi longsor masyarakat bisa menghubungi Call Center 110 yang aktif 24 jam bebas pulsa dan akan kami respon secepat mungkin, ” ujar AKBP Andin, Sabtu (14/3/26).

Selain pengamanan arus mudik, kepolisian juga telah memetakan sejumlah jalur rawan bencana yang berpotensi mengganggu perjalanan pemudik. 

Di antaranya jalur Ponorogo–Pacitan dan Ponorogo-Trenggalek, yang dikenal memiliki kontur perbukitan dan rawan longsor saat musim hujan.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, kepolisian telah berkoordinasi dengan lintas sektor guna menyiapkan personel serta sarana prasarana di titik-titik rawan.

“Apabila terjadi longsor, kami akan langsung bergerak melakukan evakuasi agar arus lalu lintas tetap lancar dan tidak menimbulkan kemacetan panjang,” jelasnya.

Selama pelaksanaan Operasi Ketupat Semeru 2026, Polres Ponorogo Polda Jatim mengerahkan total 380 personel gabungan. 

Rinciannya, 280 personel kepolisian serta 100 personel dari lintas sektor dan instansi terkait lainnya. (*)

Jumat, 13 Maret 2026

Polda Jatim Dirikan 238 Pos Operasi Ketupat Semeru 2026 untuk Layani Pemudik

by

SURABAYA, LENSAMEDIA19.COM – Dalam rangka mewujudkan keamanan dan kenyamanan masyarakat selama arus mudik dan balik Lebaran dengan tagline “Mudik Aman, Keluarga Bahagia”, Polda Jawa Timur mendirikan 238 pos pengamanan dalam Operasi Ketupat Semeru 2026.

Sebanyak 238 pos tersebut terdiri dari 172 Pos Pengamanan (Pospam), 45 Pos Pelayanan (Posyan), dan 21 Pos Terpadu yang tersebar di sejumlah titik strategis di seluruh wilayah Jawa Timur.

Hal itu disampaikan Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Jules Abraham Abast saat melakukan pengecekan Pos Terpadu di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Jumat (13/3/2026).

Kombes Pol Abast menjelaskan, Pos Pengamanan (Pospam) didirikan di lokasi yang memiliki potensi kerawanan gangguan keamanan maupun kepadatan lalu lintas yang berpotensi menimbulkan kecelakaan.

Sementara Pos Pelayanan (Posyan) didirikan di lokasi dengan mobilitas masyarakat tinggi seperti area wisata, pelabuhan, terminal, bandara, rest area, dan pusat keramaian lainnya.

“Bersinergi dengan lintas sektor, petugas akan memberikan berbagai layanan kepada masyarakat, mulai dari pelayanan kepolisian hingga layanan kesehatan sesuai kebutuhan masyarakat,” kata Kombes Abast.

Sedangkan Pos Terpadu didirikan di pusat kota atau titik keramaian yang dinilai strategis untuk memudahkan koordinasi dan pengendalian personel selama pelaksanaan operasi.

Kabid Humas Polda Jatim menegaskan bahwa keberadaan Pospam, Posyan, dan Pos Terpadu tersebut bertujuan untuk memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat selama periode mudik dan balik Lebaran.

Ia juga menyampaikan bahwa Operasi Ketupat 2026 merupakan agenda nasional yang harus dipastikan berjalan aman, sebagaimana penekanan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo.

“Tahun ini terdapat beberapa momentum keagamaan yang berlangsung bersamaan, yaitu bulan Ramadan, perayaan Idulfitri, serta Hari Raya Nyepi dan Tahun Baru Saka bagi umat Hindu,” jelas Kombes Abast.

“Oleh karena itu Polri bersinergi dengan seluruh pemangku kepentingan untuk hadir di tengah masyarakat, memberikan pelayanan yang humanis serta penegakan hukum yang berkeadilan,” tambahnya.

Ia juga mengimbau masyarakat agar memanfaatkan pos-pos pengamanan dan pelayanan yang telah disediakan apabila membutuhkan bantuan.

“Jika masyarakat mengetahui atau mengalami tindak kejahatan maupun membutuhkan bantuan kepolisian, silakan segera menghubungi call center Polri 110 yang dapat diakses secara gratis. Petugas kami siap menindaklanjuti laporan masyarakat,” pungkasnya.

Top Ad 728x90

Top Ad 728x90